Alasan Kenapa Harus Pindah Kerja

September 26th, 2011 | by ezron | 987 views

Pindah kerja!

Hal ini hampir pasti pernah dialami oleh orang kerja kantoran yang telah bekerja beberapa tahun. Atau mungkin pernah berpikir dan merencanakan, namun niat tersebut diurungkan karena alasan tertentu. Atau paling tidak pernah melihat teman, saudara yang pindah kerjaan.

Kira-kira kenapa orang pindah kerjaan? Yang pasti alasannya sangat beragam. Dari alasan polos sampai alasan yang misterius. Ketika kita merencanakan pindah atau mengundurkan diri, pasti bukan suatu keputusan mudah. Ada banyak proses yang terjadi hingga keputusan tersebut diambil.

Beberapa alasan yang umum aku dengar dari teman-teman, kantor baru lebih menarik karena menawarkan gaji yang lebih baik. Atau kalaupun gajinya tidak lebih baik, setidaknya tawarannya pasti lebih menarik. Misalkan menjadi karyawan tetap, dsb.

Barusan aku melihat artikel di wolipop mengenai mencari pekerjaan baru. Dalam artikel tersebut ada 6 hal yang ‘mengharuskan’ kita pindah dari tempat kerja yang sekarang. Artikel lengkapnya seperti ini.

Bekerja untuk hidup merupakan konsep yang dianut di masa lalu. Hal ini terlihat dari pola dimana seseorang lulus kuliah, mencari kerja, mendapat kerja, mengabdi bertahun-tahun hingga naik jabatan dan kemudian pensiun.

Di masa penuh ketidakpastian seperti sekarang ini, konsep tersebut sudah banyak ditinggalkan. Banyak orang berpindah-pindah kerja maupun bidang keahliannya guna mencari keamanan finansial. Disarankan pula selama bekerja dalam sebuah perusahaan, ia sudah mulai membangun usaha sendiri agar tetap bisa bekerja dan tidak mengandalkan dana pensiun saja di hari tua nanti.

Selama mencari pekerjaan yang membuat diri nyaman, entah itu faktor finansial maupun lingkungan kerja, seseorang pasti membutuhkan alasan kuat mengapa ia harus meninggalkan posisinya sekarang dan keluar dari zona aman. Dilansir oleh Helium dan berbagai sumber, berikut beberapa alasan kuat yang membuat seseorang mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan baru.

1. Uang

Ini adalah alasan utama seseorang mencari pekerjaan baru. Hampir setiap orang merasa gajinya kurang dan pantas untuk dibayar lebih. Dalam dunia penjualan, pasti tidak ada yang pernah puas, mengingat pekerjaannya selalu dikejar target. Jangan pernah mengungkapkan hal ini saat diwawancara di tempat baru karena hanya akan membuat Anda terlihat seperti ‘mata duitan’. Katakanlah secara halus dengan menyebutkan bahwa sudah saatnya Anda perlu ‘diberikan tanggung jawab lebih’.

2. Promosi Jabatan

Setelah bertahun-tahun mengabdi, memberikan prestasi yang gemilang, jam lembur yang tak pernah dibayar, hingga usaha lebih membantu rekan kerja, ternyata semua itu tidak ada artinya di mata para atasan. Ya, rasanya memang tidak adil, dan daripada termakan rasa benci dan penyesalan, jalan terbaik adalah mencari tempat kerja baru yang bisa mengapresiasi talenta dan dedikasi Anda. Hal ini juga pantang diungkapkan saat wawancara kerja di tempat baru, cukup katakan bahwa Anda belum mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri di tempat yang lama.

3. Relokasi

Anda harus dipindahkan ke daerah untuk sebuah posisi baru atau memonitor kantor cabang. Ternyata hal ini bertentangan dengan hati nurani, mulai dari tidak kuat jauh dari pasangan, orangtua maupun para sahabat. Meninggalkan pekerjaaan karena masalah geografis bisa menjadi hal yang sulit. Sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja, pastikanlah hal ini memang krusial sifatnya dalam hidup Anda.

4. Politik Kantor

Memiliki rekan kerja yang menyenangkan, bisa menambah daftar teman dalam hidup Anda. Meskipun tidak lagi bekerja bersama, Anda pasti bisa terus berkomunikasi. Namun beda halnya dengan orang yang selalu bertindak tidak pantas kepada Anda atau rekan kerja yang menyebalkan. Menjalani hari-hari kerja dengan kehadiran dirinya membuat tingkat stress makin tinggi dan rasa tidak nyaman yang luar biasa. Sebelum mempertimbangkan hal ini, introspeksilah diri baik-baik. Belum tentu diri Anda benar dan justru malah Andalah yang bersikap tidak sepantasnya. Mengungkapkan hal ini kepada pewawancara kerja di tempat baru hanya akan membuat Anda dicap sebagai orang yang sulit beradaptasi.

5. Perusahaan Rugi

Ekonomi yang tidak pasti, persaingan pasar yang ketat, hingga ketidakmampuan perusahaan dalam beradaptasi akan membawa seluruh ‘isi kapal’ perusahaan tenggelam dan terpuruk. Kabar burung seputar PHK hingga pengurangan gaji dan segala fasilitas juga membuat para pekerja khawatir akan masa depan mereka. Hal ini tentunya bukan kendali Anda, dan menyedihkan rasanya jika Anda harus meninggalkan perusahaan akan hal tersebut. Pastikan Anda akan mendapat tunjangan yang sesuai saat perusahaan dinyatakan pailit, dan jangan katakan hal yang menjelek-jelekkan perusahaan lama kepada perusahaan baru.

6. Kutu Loncat

Istilah kutu loncat memang tidak enak didengar, apalagi jika hal tersebut telah menempel pada seseorang. Jangan jadikan hal tersebut sebagai kekurangan. Dalam banyak kasus, orang yang sering pindah kerja memang memiliki kemampuan dan keahlian yang di luar standar, sehingga banyak perusahaan yang ingin menarik dirinya bergabung. Dalam hal ini, pastikan Anda mendapatkan penawaran yang jauh lebih baik dari perusahaan sebelumnya. Jauh lebih baik berarti dua hingga lima kali lipat dari jumlah gaji sebelumnya. Jika tidak, buat apa mempertaruhkan nama baik dan dicap sebagai orang yang tidak berdedikasi?

Di poin manakah kita berada? atau ada alasan lain?

Incoming search terms:

  • alasan pindah kerja
  • alasan pindah kerja saat interview
  • pindah kerja
  • alasan pindah kerja saat wawancara
  • alasan orang pindah kerja
  • kenapa pindah kerja
  • alasan pindah kerja yang tepat
  • kenapa harus pindah kerja
  • alasan kenapa pindah kerja
  • orang kerja

Tags: , ,


Similar Posts:

Random Posts:

Post a Comment